Jumat, 05 Juli 2013

Kekayaan Yang Dimiliki Indonesia


Kekayaan Yang Dimiliki Indonesia
Banyak kekayaan yang indonesia miliki, namun hal ini luput dari perhatian kita. Ya indonesia negeri yang indah akan kekayaan alamnya dan berlimpah sumberdaya alamnya. Berdasarkan sumber yang saya cari, saya hanya ingin menambahkan sedikit tentang kekeyaan yang dimiliki oleh indonesia. Berikut adalah kekayaan yang indonesia miliki :
1. Tambang Emas Kualitas Terbaik di-Dunia
Ini adalah tambang emas yang terletak di Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua merupakan tambang emas terbesar yang ada di dunia, menurut majalah Mining International pada tahun 2007 tambang ini berpenghasilan $6255 miliar.

            Perusahaan ini sahamnya dimiliki PT.Freeport Indonesia  anak perusahaan dari Freeport Mcmooran-Cooper & Gold Inc. Awal perjanjian dengan pemerintah Indonesia sekitar tahun 1967 di era Presiden Soeharto Freeport mulai menambang tembaga, kemudian emas, dengan hasil sampai saat ini 74 juta TON. Dan yang kita ketahui saat ini, ternyata setelah nantinya tembaga dan emas tersebut menipis lapisan dibawahnya terdapat mineral URANIUM yang harganya 100 kali dari emas.
2. Cadangan Gas Alam Terbesar Di Dunia
Cadangan Gas Alam Indonesia adalah yang terbesar di dunia. Antara lain di Blok Natuna dan Blok Cepu yang menghasilkan sekitar 200 kaki kubik minyak bumi dan gas alam. Tetapi lagi-lagi yang menikmati ini adalah bangsa lain, karena pengelolanya adalah Exxon Mobil.

3. Tambang Batu Bara Terbesar Di Dunia


Dari berbagai media internasional menyebutkan bahwa di Indonesia lah yang mempunyai sumber tambang batu bara terbesar di dunia. Kita patut bersyukur potensi sudah dikelola oleh PT. Bukit Asam.
Nah ini baru beberapa contoh saja dari kekayaan alam yang ada di indonesia. Nanti saya akan lanjutkan tentang beberapa lagi kekayaan alam yang ada di indonesia J

Rabu, 03 Juli 2013

Untung Rugi Dari Kenaikkan BBM



Lagi-lagi masalah kenaikan BBM. Kenaikan BBM ini menyebabkan adanya pihak yang dirugikan dan ada juga pihak yang diuntungkan dari kenaikan BBM ini. Jika ditanya dari kenaikan BBM itu siapa yang dirugikan? Yang dirugikan pastinya rakyat kecil. Pendapatan yang sudah rendah akan membuat hidup mereka semakin berat ketika semua harga kebutuhan naik, akibat efek domino dari kenaikan BBM. Apapun yang dilakukan oleh partai politik, baik itu penolakan kenaikan harga BBM, dukungan kenaikan BBM, dan pemberian BLSM, semuanya tidak akan menolong mereka. Kalau menolong itu sifatnya hanya sesaat dan sementara, hanya 4 bulan.

Dari kenaikan BBM itu siapa yang untung? Yang untung adalah partai politik, baik yang menolak maupun yang mendukung kenaikan harga BBM. Yang menolak, citra mereka akan naik sebab dirasa partai-partai itu memperjuangkan kepentingan rakyat kecil. Sedang yang mendukung pun citra mereka akan tetap naik sebab ada BLSM. Dengan BLSM maka citra partai pendukung kenaikan BBM akan tetap terjaga bahkan program yang dplesetkan menjadi Beli Langsung Suara Masyarakat itu dianggap sebagai rejeki nomplok bagi rakyat kecil.

Bila partai pendukung kenaikan BBM mengatakan subsidi BBM yang besarnya mencapai Rp193 triliun itu bila dicabut bisa digunakan untuk pembangunan jalan, rumah sakit, sekolah, dan fasilitas umum lainnya. Pastinya partai penentang kenaikan BBM juga akan mengatakan anggaran BLSM yang mencapai Rp12,009 triliun itu juga bisa digunakan untuk pembangunan fasilitas-fasilitas umum.

Kenaikan BBM itu memang bagi rakyat kecil adalah derita tapi bagi partai politik adalah sebuah pentas untuk bisa bersandiwara. Bersandiwara? Ya, karena mereka memerankan peran masing-masing agar mendapat tepuk tangan dari penonton (rakyat). BBM naik atau turun itu tidak masalah bagi para politisi sebab mereka orang kaya yang memiliki daya beli yang tinggi. Mereka bersandiwara agar tetap kaya.

BBM Dan Partai Politik



Kenaikan BBM tidak hanya menimbulkan protes dan perlawanan dari sebagaian masyarakat namun juga menimbulkan keretakan dari Koalisi Sekretariat Gabungan. Sebab PKS menolak rencana kenaikan BBM sehingga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono galau antara mempertahankan atau mengeluarkan partai putih itu dari koalisi.

Bagi kelompok ‘oposisi’, kenaikan BBM merupakan isu yang seksi untuk menggempur pemerintah dan mencari popularitas terutama menjelang Pemilu 2014. Pastinya Partai Hanura, Partai Gerindra, PDIP, dan PKS menggunakan isu-isu kenaikan BBM untuk meningkatkan citra dirinya sebagai partai yang pro kepada rakyat miskin. Mereka dengan dalih-dalih tertentu mengemukakan bahwa BBM tidak perlu dinaikan.

Dengan sikap anti kenaikan BBM, pastinya PDIP, Partai Hanura, Partai Gerindra, dan PKS akan mendapat dukungan dan ucapan terima kasih dari rakyat kecil. Ketika partai yang tergabung dalam koalisi yang mendukung kenaikan BBM, PDIP, Partai Hanura, Partai Gerindra, dan PKS berani berkata lain. Keempat partai itu bersikap lain selain untuk meningkatkan citra juga dikarenakan tidak berada pada posisi pengambil kebijakan sehingga mereka bisa bebas bergerak.

Lainnya halnya bila mereka berada pada posisi pengambil kebijakan, tentu kenaikan BBM akan dijadikan pilihan di tengah semakin naiknya harga minyak dunia dan semakin tingginya subsidi BBM. Lihat saja bagaimana sikap PDIP ketika pemerintahan Megawati atau PKB saat pemerintahan Gus Dur menaikkan BBM, pasti partai berlambang banteng moncong putih dan partai berlambang bintang sembilan itu akan mendukung. PKS sebagai anggota koalisi melakukan langkah yang sama dengan PDIP, Partai Hanura, dan Partai Gerindra, dengan maksud tersembunyi untuk menaikkan citra partai mereka yang saat ini terbelit dengan isu korupsi.

Bagi partai koalisi, terutama Partai Demokrat dan Partai Golkar, kenaikan BBM juga dirasa bukan kiamat yang menimpa mereka. Mereka tetap kekeh menaikkaan BBM karena mempunyai kartu truf yang mampu menyelamatkan muka mereka di tengah rakyat kecil? Apa kartu truf itu? Membagi-bagikan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM). Program bagi-bagi duit kepada rakyat kecil ini dulu namanya Bantuan Langsung Tunai (BLT). Bantuan itu dibagi-bagikan kepada rakyat kecil sebagai kompensansi atas naiknya BBM. Dengan bantuan itu diharapkan daya beli masyarakat kecil tetap terjaga sehingga mereka tidak jatuh miskin.

Bagi partai koalisi terutama Partai Demokrat dan Partai Golkar, BLSM ini sebagai sebuah bentuk untuk menaikkan citra kepada masyarakat. Dengan cara-cara ini maka citra partai-partai koalisi tetap terjaga dan tidak jatuh. Adanya BLSM sendiri menimbulkan protes dari banyak kalangan dengan tuduhan untuk kepentingan politik pada Pemilu 2014.

Sumber :

Kenaikan BBM



Setiap ada rencana dan kenaikan BBM, dari berbagai periode pemerintahan, pasti selalu menimbulkan kegaduhan di masyarakat bawah hingga tingkat elit, biasanya gaduh di awal namun selanjutnya reda setelah ditelan isu-isu yang lain.

Kegaduhan yang timbul di masyarakat bawah itu bisa dimaklumi sebab dengan kenaikan harga BBM kehidupan mereka akan bertambah berat. Beratnya hidup dikarenakan pendapatan yang mereka terima tidak bertambah sedang pengeluaran setiap hari semakin besar. Dengan adanya kenaikan BBM pastinya jumlah orang miskin di Indonesia akan bertambah dengan demikian menunjukan pembangunan yang dilakukan pemerintah bisa dikatakan gagal.

Bila masyarakat benar-benar merasakan beratnya hidup dari kenaikan BBM, lain halnya dengan masyarakat menengah ke atas. Pendapatan yang cukup bahkan lebih mampu mengatasi kenaikan harga tersebut. Kenaikan tersebut bagi masyarakat kelas menengah ke atas dirasa tidak terlalu mengganggu pendapatan mereka sehingga masyarakat kelas ini relatif diam bahkan memaklumi kenaikan BBM.

Kenaikan BBM ini menimbulkan banyak masalah dari yang mulanya hanyalah bbm yang naik lambat laun pun semua kebutuhan sehari-hari pun ikut naik. Dari angkutan umum, bahan pangan semuanya juga mengalami kenaikan. Sungguh sangat disayangkan kebijakan yang diambil oleh para pejabat negara ini sungguh membuat kehidupan masyarakat saat ini kian melambung tinggi.

Banyak kebutuhan yang harus dipenuhi naik dan memutar otak bagaimana caranya agar kebutahan hidup tetap dapat terpenuhi. Sebenarnya hal ini dapat menyebabkan tindak kriminal yang semakin meningkat tajam. Dimana dizaman sekarang ini sudah sulit mencari pekerjaan ditambah lagi tanggungan kehidupan yang meningkat. Ohh sungguh kasihan melihat negeri ini yang semakin hari tidak ada kejelasan yang pasti terhadap rakyatnya.

Andai setiap kebijakan yang dapat diambil oleh para pejabat negara ini benar-benar berdasarkan atas dasar mensejahterahkan rakyat, mungkin kita sebagai warga negara sudah tidak usah terlalu khawatir akan masalah-masalah yang terjadi saat ini. Ya itulah indonesia ketika dipimpin oleh pemimpin yang tidak pro terhadap rakyat maka selamanya akan seperti ini hidup rakyat indonesia tidak ada kesejahteraan yang diberikan.

BBM Naik Masyarakat Pun Menjerit!



Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) menimbulkan banyak gejolak diantara masyarakat saat ini. Banyak yang pro dan kontra terhadap keputusan pemerintah ini. Contoh kecil saja semua angkutan umum pun mulai memberanikan diri untuk menaikkan tarif angkutan umum yang semestinya belum ada pemberitahuan resmi dari pemerintah mengenai kenaikan tarif angkutan umum.

Mungkin masih ingat dibenak kita semua tentang kasus pelecehan seksual di angkutan umum, yaa banyak sekali kaum hawa yang tidak berani naik angkutan umum di negeri ini. Terlebih lagi dengan kasus naiknya BBM yang menyebabkan tarif transportasi umum melonjat naik secara drastis. Hal ini membuat masyarakat pun banyak yang mengeluh belum lagi kasus pelecehan seksual di transportasi umum selesai sekarang tarif transportasi umum pun naik.

Hal ini sangat memberatkan terlebih bagi kalangan pelajar dan mahasiswa. Ya untuk kami yang menggunakan transportasi umum sangat memberatkan sekarang tarif angkutan umum naik Rp 1000 rupiah. Mungkin untuk yang menggunakan angkutan umum sebanyak 1 atau 2 kali ini bukanlah masalah akan tetapi bagi pelajar atau mahasiswa yang menggunakan jasa angkutan umum lebih dari 3x ini sangat merugikan.

Saya tahu bahwa jika PT Pertamina terus-terusan menjual BBM bersubsidi terus-menerus maka negara kita ini akan kehilangan BBM sekitar 11 tahun lagi. Hal ini lah yang tidak diinginkan akan etapi apakah para pemimpin negeri ini sudah berfikir 2x tentang kebijakan yang mereka ambil ?

Sayang sekali negeri ini sudah bobrok dan tidak tahu harus bagaimana. Suasana saat penentuan kenaikan BBM pun seperti yan kita lihat banyak para pejabat negeri ini yang tidak serius dan terkesan biasa saja. padahal keputusan yang mereka buat ini menentukan kehidupan rakyat banyak. Terlebih lagi disaat pegumuman kenaikan harga BBM dimana bapak presiden kita ini ?. beliau tidak terlihat rimbanya dan bukan beliau sendiri yang mengumumkan kenaikan harga BBM. Apakah itu jiwa seorang pemimpin ?.

Terpintas sekilas dalam benak saya apakah mereka pantas menjadi pejabat negara ??. Pejabat yang pro terhadap rakyatnya, pejabat yang benar-benar dapat mensejahterahkan kehidupan rakyatnya. Indonesia butuh pemimpin yang benar-benar bisa membuat negara ini sejahtera ya sejahtera jangan menjadi negara yang maju jika kita belum bisa mensejahterahkan masyarakat indonesia.
Design by BlogSpotDesign | Ngetik Dot Com