Kamis, 24 Januari 2013

Ruang Terbuka Untuk Publik


PT. KAI melakukan penertiban di seluruh stasiun. Namun terjadinya penolakan penggusuran di stasiun Pondok Cina menjadikan saya ingin mengangkat masalah ini. Banyaknya mahasiswa yang turut membantu pedangang untuk menolak penggusuran sebenarnya menjadikan tanda tanya besar. Apakah para mahasiswa itu sudah memikirkan apa yang mereka lakukan itu.

Mungkin para mahasiswa itu iba dengan para pedagang yang berada di sekitar stasiun Pondok Cina karena mayoritas dari para pedang itu adalah pedagang yang menjual buku-buku pelajaran yang harganya relative dijangkau oleh para mahasiswa. Disatu sisi pasti ada kata iba dalam diri setiap mahasiswa itu, tapi disisi lain ayo kita sama-sama buka mata dan kita lihat bahwa kita juga perlu ruang terbuka untuk publik yang aman dan nyaman.

Mau sampai kapan perkereta apian negeri ini seperti sekarang. Banyaknya para pedagang yang lalu lalang disaat kita menunggu kereta. Banyaknya para pengemis yang keluar masuk ke peron untuk meminta-minta ??

Ingat kita juga punya privasi ada kalanya kita iba dengan seseorang namun ada kalanya juga kita ingin merasakan kenyamanan. Kasihan boleh saja karena itu adalah persaan yang wajar dimiliki oleh seseorang namun tidak dengan demo memblokir rel kereta api. Masalah ini seharusnya dibicarakan baik-baik atau meminta PT. KAI untuk menyediakan tempat yang lebih baik untuk para pedagang buku itu.

Semua pasti ada yang lebih baik untuk menyediakan sarana dan prasarana yang ada demi membangun fasilitas yang nyaman untuk kepentingan bersama.

0 komentar:

Posting Komentar

Design by BlogSpotDesign | Ngetik Dot Com